Info Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang resmi meluncurkan penggunaan kantong ramah lingkungan sebagai langkah konkret menekan penggunaan plastik sekali pakai. Program ini dideklarasikan dalam sebuah acara bertema “Sintang Hijau Tanpa Plastik” yang digelar pada Senin pagi di Aula Balai Praja Sintang.
Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Sintang untuk memperkuat kebijakan pengurangan sampah plastik dan mendorong masyarakat beralih pada kantong berbahan lebih aman dan dapat digunakan kembali.
Komitmen Pemerintah Kurangi Sampah Plastik
Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Sintang menyampaikan bahwa peluncuran kantong ramah lingkungan merupakan langkah strategis dalam mendukung upaya pengendalian sampah yang terus meningkat setiap tahun.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk memulai perubahan kecil yang berdampak besar. Beralih dari kantong plastik ke kantong ramah lingkungan adalah salah satunya. Ini demi Sintang yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa sampah plastik masih mendominasi timbulan sampah harian. Dengan hadirnya program ini, pemerintah berharap angka tersebut mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Kolaborasi dengan Pelaku Usaha dan Komunitas Lingkungan
Program penggunaan kantong ramah lingkungan ini melibatkan pelaku usaha seperti minimarket, pasar tradisional, toko kelontong, hingga UMKM. Semua diminta untuk mulai menyediakan kantong alternatif berupa tas kain, kantong anyaman, atau bahan biodegradable.
Komunitas pecinta lingkungan dan organisasi kepemudaan juga dilibatkan dalam kegiatan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya plastik sekali pakai.
Dinas LH Sintang menyebutkan bahwa peluncuran ini hanya permulaan dari rangkaian program berkelanjutan yang akan dijalankan sepanjang 2026.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Jamin 4.500 Buruh Sawit di Sintang
Edukasi Publik: Mulai dari Sekolah hingga Ruang Publik
Salah satu fokus pemerintah adalah edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Sekolah-sekolah di Sintang akan dijadikan pusat perubahan perilaku dengan mengampanyekan gerakan “Bawa Tas Sendiri”.
Poster dan materi edukasi juga mulai disebarkan di ruang publik seperti terminal, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan pasar, untuk memperluas jangkauan informasi.
“Perubahan perilaku harus dimulai dari generasi muda, karena mereka adalah agen perubahan lingkungan,” ujar Kepala Dinas LH.
Pedagang Pasar Mulai Terapkan Secara Bertahap
Sejumlah pedagang di Pasar Sintang menyambut baik program ini meski mengakui butuh waktu untuk beradaptasi. Beberapa di antaranya bahkan telah mulai menyediakan kantong alternatif berupa tas anyaman dan kertas daur ulang.
“Kami dukung program pemerintah. Selama masyarakat mau terbiasa, kami siap ikut aturan,” ujar salah satu pedagang sayur.
Pemerintah juga memberikan pelatihan kepada UMKM untuk membuat produk kantong ramah lingkungan sehingga dapat menjadi peluang usaha baru bagi warga lokal.
Harapan Masyarakat untuk Sintang Lebih Bersih
Dengan peluncuran ini, masyarakat diharapkan semakin sadar untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai. Pemkab Sintang menegaskan akan menjalankan evaluasi secara berkala dan menyiapkan regulasi lanjutan jika diperlukan.
“Ini bukan hanya soal kantong, tetapi perubahan gaya hidup. Jika kita konsisten, Sintang akan jauh lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi berikutnya,” tambah Penjabat Bupati.
















