Info Sintang – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI kembali menunjukkan kesigapan dan ketegasannya dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Dalam sebuah operasi, pasukan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika seberat 63 kilogram di kawasan perbatasan.
Kronologi Penangkapan
Menurut keterangan resmi, kejadian bermula dari patroli rutin yang dilakukan prajurit Satgas Pamtas di jalur rawan penyelundupan. Aparat mencurigai gerak-gerik sejumlah orang yang melintas membawa karung mencurigakan.
Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan puluhan bungkus paket narkotika yang dibungkus rapi dan disamarkan seolah-olah barang kebutuhan pokok. Para pelaku kemudian melarikan diri ke arah perbatasan, namun barang bukti berhasil diamankan oleh Satgas.
Barang Bukti 63 Kg
Dari hasil pemeriksaan awal, jumlah total barang bukti mencapai 63 kilogram narkotika jenis sabu. Penemuan ini menambah panjang daftar keberhasilan Satgas Pamtas dalam menggagalkan peredaran narkoba lintas batas yang kerap menjadikan wilayah perbatasan sebagai jalur strategis penyelundupan.
“Ini adalah bukti nyata bahwa perbatasan masih menjadi target sindikat narkoba internasional. Prajurit kami terus meningkatkan kewaspadaan agar barang haram tersebut tidak sampai masuk ke wilayah kita,” ujar Dansatgas.

Baca juga: Polantas Sekadau Adakan Kegiatan Sosial Go To Pesantren
Diserahkan ke BNN dan Polri
Sesuai prosedur, barang bukti yang berhasil diamankan akan diserahkan kepada pihak berwenang, yakni Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Aparat menduga ada jaringan besar yang terlibat dalam kasus ini.
BNN mengapresiasi peran Satgas Pamtas yang telah berkontribusi besar dalam menutup pintu masuk narkoba di perbatasan. “Kerja sama TNI dan aparat penegak hukum sangat penting. Tanpa itu, narkoba akan terus menggerogoti generasi muda kita,” ujar pejabat BNN.
Perbatasan Jadi Jalur Rawan
Wilayah perbatasan memang dikenal sebagai jalur rentan penyelundupan, baik barang ilegal maupun narkotika. Medan yang sulit diawasi secara menyeluruh membuat para penyelundup memanfaatkan celah tersebut.
Namun, Satgas Pamtas TNI menyatakan tidak akan lengah. Patroli rutin, penguatan pos pengamanan, serta kerja sama dengan masyarakat perbatasan terus ditingkatkan untuk mencegah kasus serupa.
Tekad Memutus Jaringan Narkoba
Pengungkapan 63 kilogram sabu ini dianggap sebagai salah satu pencapaian besar, sebab jumlah tersebut jika beredar di masyarakat bisa merusak ratusan ribu orang. TNI menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan perang melawan narkoba.
“Kami akan terus bekerja sama dengan Polri, BNN, serta pemerintah daerah. Narkoba adalah musuh bersama yang harus kita lawan tanpa kompromi,” tegas Dansatgas.
















