Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Perpustakaan Sintang Ajari Warga Bertanam Hidroponik, Dorong Kemandirian Pangan lewat Literasi

Perpustakaan Sintang Ajari Warga Bertanam Hidroponik, Dorong Kemandirian Pangan lewat Literasi

cek disini

Sintang– Perpustakaan tidak hanya sekadar tempat membaca buku, tetapi juga bisa menjadi pusat pembelajaran inovatif yang memberdayakan masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang, yang menggelar seminar bertajuk “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial” . Kegiatan ini berfokus pada pelatihan hidroponik sebagai upaya meningkatkan literasi sekaligus mendorong ketahanan pangan di tengah masyarakat.

Program ini menekankan pentingnya literasi aplikatif penggunaan pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan nyata, seperti budidaya sayuran di lahan terbatas melalui sistem hidroponik. Metode ini dinilai cocok untuk warga yang ingin mandiri secara pangan sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan.

Literasi yang Membumi: Dari Teori ke Praktik

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, yang hadir membuka acara, menyampaikan bahwa konsep literasi perlu diperluas. “Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mempraktikkan, dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Menurutnya, pelatihan hidroponik merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. “Dengan memanfaatkan lahan sempit, masyarakat bisa menghasilkan sayuran sendiri. Ini penting bagi ketahanan ekonomi rumah tangga dan pengendalian inflasi,” tambahnya.

Perpustakaan sebagai Pusat Inovasi Masyarakat

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif dan aplikatif. “Kami ingin mengubah citra perpustakaan, dari sekadar tempat buku menjadi ruang terbuka untuk berbagi keterampilan dan solusi hidup,” ujarnya.

Perpustakaan Sintang Ajari Warga Bertanam Hidroponik, Dorong Kemandirian Pangan lewat Literasi
Perpustakaan Sintang Ajari Warga Bertanam Hidroponik, Dorong Kemandirian Pangan lewat Literasi

Baca Juga: Raperbup Sintang tentang Pengembangan Aplikasi SPBE, Kanwil Kemenkum Kalbar Gelar Rapat Harmonisasi

Dalam seminar tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga diajak praktik langsung meninjau kebun hidroponik mini yang telah dikembangkan di halaman kantor perpustakaan. Demonstrasi ini membantu warga memahami bahwa bertanam hidroponik tidak memerlukan lahan luas dan bisa dilakukan bahkan di pekarangan rumah.

Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa tanah, menggunakan larutan nutrisi berbasis air. Sistem ini memiliki beberapa keunggulan:

  • Tidak membutuhkan lahan luas, cocok untuk perkotaan atau daerah dengan keterbatasan tanah.

  • Hasil panen lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

  • Minim hama, sehingga mengurangi penggunaan pestisida.

  • Bisa dilakukan di rumah, baik menggunakan sistem sederhana seperti botol bekas atau instalasi lebih modern.

Pelatihan ini diharapkan dapat menginspirasi warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka guna menanam sayuran seperti kangkung, selada, sawi, atau cabai, yang bernilai ekonomis.

Perpustakaan sebagai Agen Perubahan Sosial

Melalui pendekatan literasi berbasis inklusi sosial, pemerintah daerah berharap perpustakaan dapat menjadi agen perubahan yang memberdayakan masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan literasi aplikatif yang menjangkau lebih banyak warga dan membantu mereka membangun kemandirian pangan dari rumah,” pungkas Kepala Dinas.

Ke depan, program serupa akan terus dikembangkan dengan melibatkan kelompok masyarakat, pelajar, dan UMKM untuk memperluas dampak positifnya. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi gudang ilmu, tetapi juga motor penggerak kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Inisiatif Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang ini membuktikan bahwa perpustakaan bisa menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Dengan menggabungkan literasi dan praktik langsung, program hidroponik ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan warga tetapi juga mendorong kemandirian pangan dan ekonomi.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *