Info Sintang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas dan peran Kelompok Masyarakat Pemanfaat (KMP) sebagai garda terdepan dalam pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan desa berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui program pembinaan kelembagaan yang melibatkan berbagai instansi terkait serta dukungan dari masyarakat.
Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, mengatakan bahwa KMP memiliki posisi strategis dalam menggerakkan partisipasi masyarakat di tingkat lokal, terutama dalam pengelolaan hasil pembangunan infrastruktur, air bersih, serta fasilitas umum lainnya.
“Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa kelompok-kelompok masyarakat yang dibentuk untuk mengelola aset publik benar-benar kuat secara kelembagaan. Tidak hanya sekadar terbentuk, tapi juga mampu beroperasi secara mandiri dan akuntabel,” ujarnya saat membuka kegiatan penguatan kelembagaan KMP di Aula BKPSDM Sintang, Rabu (5/11/2025).
Menurut Yosepha, banyak KMP yang sebelumnya terbentuk melalui program pembangunan, namun belum memiliki sistem administrasi dan tata kelola yang baik. Karena itu, Pemkab Sintang berinisiatif memberikan pelatihan dan pendampingan agar mereka mampu menjalankan peran sesuai dengan prinsip transparansi dan keberlanjutan.
Fokus pada Tata Kelola dan Akuntabilitas
Dalam kegiatan tersebut, para peserta KMP mendapat pelatihan tentang pengelolaan kelembagaan, pencatatan keuangan sederhana, manajemen aset, dan pelaporan kegiatan. Kegiatan ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Sintang sebagai pelaksana utama.
Kepala DPMPD Sintang, Yustinus, menyebutkan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan bentuk konsolidasi agar seluruh KMP memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan fungsi kelembagaannya.
“Kami ingin seluruh KMP memahami pentingnya tata kelola yang baik. Semua dana, aset, dan kegiatan yang dikelola harus tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Sintang juga tengah menyiapkan database KMP tingkat kabupaten untuk mempermudah koordinasi dan pengawasan. Dengan adanya data terintegrasi, pemerintah daerah dapat melihat sejauh mana efektivitas dan kinerja masing-masing kelompok.

Baca juga: Pemkab Sintang Matangkan Persiapan Kelam Tourism Festival 2025
Sinergi dengan Program Nasional dan Mitra Pembangunan
Selain pembinaan dari pemerintah daerah, kegiatan penguatan kelembagaan ini juga melibatkan mitra pembangunan, seperti lembaga swadaya masyarakat dan akademisi, yang berperan memberikan pendampingan teknis.
“Program ini juga selaras dengan kebijakan nasional mengenai penguatan kelembagaan masyarakat desa. Pemerintah daerah ingin memastikan KMP di Sintang dapat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang inklusif,” ujar Yustinus.
Beberapa perwakilan KMP yang hadir menyambut baik langkah pemerintah tersebut. Maria Yuliana, anggota KMP dari Desa Kedang, menyebutkan bahwa kegiatan semacam ini membantu mereka memahami pentingnya pengelolaan yang profesional.
“Sebelumnya kami hanya mengandalkan pengalaman, tapi setelah dapat pelatihan ini kami jadi tahu cara membuat laporan keuangan dan program kerja tahunan. Ini sangat membantu,” katanya.
Upaya Menuju Desa Mandiri
Bupati Sintang, melalui pesan tertulis yang dibacakan oleh Sekda, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan masyarakat menjadi bagian penting dari visi “Sintang yang Lestari dan Mandiri”. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan desa sebagai pusat pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
“Desa yang kuat berawal dari kelembagaan masyarakat yang solid. KMP adalah mitra strategis pemerintah dalam menjaga hasil pembangunan tetap berfungsi, sekaligus memastikan masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan sumber daya lokal,” tegas Yosepha.
Ke depan, Pemkab Sintang berencana menambah dukungan berupa bantuan sarana kelembagaan, pelatihan lanjutan, dan akses pendanaan mikro bagi KMP berprestasi. Diharapkan, langkah ini dapat memperkuat kemandirian desa dan mempercepat pencapaian pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sintang.














