Info Sintang – Pembangunan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) di Kabupaten Sintang terus dikebut. Pemerintah menargetkan proyek strategis tersebut rampung pada Maret 2026, guna meningkatkan konektivitas transportasi sungai sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah pedalaman Kalimantan Barat.
Keberadaan KMP ini diharapkan menjadi solusi transportasi yang lebih aman, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur sungai.
Proyek Strategis Dukung Aksesibilitas Daerah
Pembangunan KMP di Sintang merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat. Kabupaten Sintang yang dilintasi sejumlah sungai besar menjadikan transportasi air sebagai sarana vital bagi aktivitas masyarakat.
Dengan hadirnya KMP, pemerintah berharap arus barang dan jasa dapat berjalan lebih lancar serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Progres Pembangunan Terus Dipantau
Hingga saat ini, progres pembangunan KMP menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah tahapan konstruksi telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, mulai dari pengerjaan struktur utama hingga persiapan fasilitas pendukung.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan proyek berjalan sesuai target waktu dan standar teknis yang ditetapkan.

Baca juga: Kemenag Sintang Siap Sukseskan Pekan Silaturahmi HAB 2027
Ditargetkan Rampung Maret 2026
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, pembangunan KMP di Sintang ditargetkan selesai pada Maret 2026. Target tersebut ditetapkan agar KMP dapat segera dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pemerintah menegaskan bahwa penyelesaian tepat waktu menjadi prioritas, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan kualitas konstruksi.
Dukung Mobilitas Masyarakat dan Logistik
KMP ini nantinya akan melayani penyeberangan masyarakat, kendaraan, serta distribusi logistik antarwilayah. Keberadaan kapal penyeberangan dinilai sangat penting untuk memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil.
Selain itu, KMP juga diharapkan dapat menekan biaya transportasi yang selama ini relatif tinggi akibat keterbatasan sarana penyeberangan.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Pemerintah daerah optimistis pembangunan KMP akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Akses transportasi yang lebih baik diyakini dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta memperkuat konektivitas antara pusat kota dan wilayah pedalaman.
Sektor UMKM dan hasil pertanian masyarakat diproyeksikan akan semakin mudah dipasarkan ke berbagai wilayah.
Komitmen Pemerintah Jaga Kualitas dan Keselamatan
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas pembangunan dan keselamatan operasional KMP. Seluruh proses konstruksi dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan regulasi yang berlaku.
Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan agar pembangunan KMP dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Sintang.
Harapan Masyarakat
Masyarakat menyambut baik pembangunan KMP tersebut. Mereka berharap kapal penyeberangan ini segera beroperasi dan mampu menjawab kebutuhan transportasi yang selama ini menjadi kendala utama, terutama saat kondisi cuaca dan debit air sungai berubah.
Dengan rampungnya pembangunan pada Maret 2026, KMP Sintang diharapkan menjadi sarana transportasi andalan yang berkelanjutan.
















