Info Sintang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sintang kini menghadapi overkapasitas yang cukup kritis, dengan tingkat hunian mencapai hampir 200 persen dari kapasitas ideal. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, mengingat dampaknya terhadap keamanan, pelayanan, dan rehabilitasi narapidana.
Kepala Lapas Sintang menyatakan bahwa jumlah penghuni lapas terus meningkat, sementara fasilitas dan sumber daya terbatas, sehingga menciptakan tekanan operasional yang signifikan.
Kondisi Hunian yang Membludak
Lapas Sintang dibangun untuk menampung sekitar 350 narapidana, namun saat ini jumlah penghuni tercatat mencapai lebih dari 680 orang. Tingginya angka ini menimbulkan berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan ruang tidur, fasilitas sanitasi, hingga pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
Petugas lapas mengatakan bahwa situasi ini memerlukan penanganan cepat agar ketertiban dan keamanan lapas tetap terjaga.
Dampak Overkapasitas
Overkapasitas di Lapas Sintang berpotensi menimbulkan berbagai risiko, termasuk meningkatnya konflik antarpenghuni, gangguan ketertiban, hingga berkurangnya efektivitas program rehabilitasi dan pembinaan. Selain itu, kondisi ini menambah beban kerja petugas lapas yang harus mengawasi lebih banyak penghuni dari kapasitas ideal.
“Situasi saat ini memang menantang, kami terus berupaya menjaga keamanan dan memberikan pembinaan yang layak meski jumlah penghuni melebihi kapasitas,” ujar Kepala Lapas Sintang.
Baca juga: Penyusunan Laporan Keuangan 2025, KPPN Sintang Adakan Refreshment
Upaya Penanganan dan Rehabilitasi
Lapas Sintang telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi overkapasitas, antara lain penataan ulang ruang tahanan, pemindahan narapidana ke lapas lain, dan program asimilasi sesuai peraturan yang berlaku.
Selain itu, pihak lapas juga memperkuat program pembinaan keterampilan dan pendidikan agar narapidana tetap dapat menjalani rehabilitasi dengan baik meskipun dalam kondisi padat hunian.
Dukungan dari Pemerintah dan Masyarakat
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan pemerintah daerah terus memantau kondisi Lapas Sintang. Terdapat rencana penambahan fasilitas atau pembangunan blok baru untuk menampung penghuni yang terus bertambah.
Masyarakat juga diminta mendukung program rehabilitasi dan reintegrasi narapidana, sehingga upaya pemasyarakatan dapat berjalan efektif meski menghadapi keterbatasan ruang.
Harapan ke Depan
Pihak lapas berharap kondisi ini dapat segera diatasi melalui penambahan kapasitas, perbaikan fasilitas, dan program pembinaan yang efektif. Penanganan overkapasitas menjadi kunci untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keberhasilan program pemasyarakatan di Lapas Sintang.
“Kami optimistis dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Lapas Sintang tetap dapat menjalankan fungsi pembinaan meski menghadapi tantangan overkapasitas,” tutup Kepala Lapas.
















