Sintang- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sintang menggelar aksi sosial dengan membagikan 1.000 paket Lebaran kepada anak yatim, yatim piatu, dan penyandang disabilitas. Acara yang berlangsung di halaman Kantor Kemenag Sintang ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi kaum dhuafa dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kepala Kemenag Sintang, H. Hasib Arista, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang menempatkan Kementerian Agama sebagai pelindung bagi kelompok rentan, termasuk anak yatim dan difabel.
“Kami membagikan 1.000 paket kepada yatim piatu dan disabilitas sebagai bentuk kepedulian ASN Kemenag. Kementerian Agama harus menjadi garda terdepan dalam melindungi kaum dhuafa, terutama mereka yang sering terpinggirkan dalam pembangunan. Mereka memiliki hak yang sama—hak atas pendidikan, pekerjaan, dan perlindungan,” tegas Hasib.
Paket Bantuan Menyebar ke Seluruh Lapisan Masyarakat
Pembagian paket Lebaran ini dilakukan secara bertahap dan menyasar berbagai kelompok, termasuk:
-
Anak yatim piatu di masyarakat umum
-
Penyandang disabilitas di sekolah dan pondok pesantren
-
Penerima manfaat di Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Sintang
Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memberikan kebahagiaan di momen peringatan 10 Muharram, yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai hari penuh berkah dan amal kebaikan.
Kegiatan Ini Jadi Agenda Tahunan, Dukung Program Nasional
H. Hasib Arista menyatakan bahwa program ini tidak hanya bersifat insidental, melainkan akan menjadi agenda tahunan Kemenag Sintang. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang mendorong semua instansi pemerintah untuk aktif dalam program-program peduli sosial.

“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahun. Ini adalah bagian dari komitmen nasional untuk memperjuangkan hak-hak yatim dan difabel. Kami juga mengajak masyarakat dan pihak swasta untuk turut berkontribusi,” ujarnya.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Pembagian paket Lebaran ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk para penerima manfaat. Seorang perwakilan orang tua anak difabel mengungkapkan rasa syukurnya:
“Bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami. Tidak hanya secara materi, tetapi juga memberikan semangat bahwa negara hadir untuk membantu mereka yang membutuhkan.”
Sementara itu, seorang anak yatim penerima bantuan mengungkapkan kegembiraannya: “Saya senang dapat bantuan seperti ini. Terima kasih Kemenag, semoga kami bisa terus dibantu.”
Ajakan untuk Kolaborasi dan Kepedulian Sosial
Kemenag Sintang berharap inisiatif ini dapat memicu gerakan serupa dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah, lembaga swasta, maupun masyarakat umum. Dengan sinergi yang baik, upaya membantu kaum dhuafa dapat lebih maksimal dan berkelanjutan.
Kegiatan pembagian 1.000 paket Lebaran oleh Kemenag Sintang menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial harus terus digalakkan, terutama di momentum penting seperti 10 Muharram. Melalui aksi ini, diharapkan kaum yatim dan difabel merasa lebih diperhatikan dan memiliki semangat baru untuk meraih masa depan yang lebih baik.
















