Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Dua Camat Medan yang Dicopot Wali Kota Medan karena Terlibat Narkoba

Dua Nama Camat yang Dicopot Wali Kota Medan karena Terlibat Narkoba

cek disini

Sintang– Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan resmi mengumumkan pengganti sementara untuk posisi Camat Medan Barat dan Camat Medan Johor. Langkah ini diambil setelah kedua pejabat tersebut dicopot dari jabatannya oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution , akibat terlibat kasus narkoba.

Subhan Fajri Harahap, Kepala BKPSDM Kota Medan, menyatakan bahwa Pelaksana Harian (PLH) untuk kedua wilayah tersebut telah ditunjuk. “Sekretaris camat masing-masing akan mengisi posisi sementara. Maswan Harahap ditunjuk menjadi PLH Camat Medan Barat, sedangkan Muhammad Yudha Prasatya menjadi PLH Camat Medan Johor,” jelas Subhan, Rabu (4/6/2025).

Kasus Berlapis: Dari Narkoba hingga Dugaan Korupsi

Tak hanya positif narkoba, Camat Medan Barat, Hendra Syahputra, juga sedang menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat terkait dugaan pengertian Dana Wajib Retribusi Sampah (WRS) dan pemecatan lima mandor tanpa alasan yang jelas.

Saat ditanya apakah Hendra berpotensi dipecat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Subhan menegaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat. “Kita tunggu rekomendasi resmi dari Inspektorat terlebih dahulu,” ujarnya.

 Tersandung Kasus Uang Retribusi Sampah dan Narkoba
Tersandung Kasus Uang Retribusi Sampah dan Narkoba

Baca Juga : Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Langkah Tegas Wali Kota Medan

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, telah menonaktifkan empat pejabat wilayah dalam waktu singkat:

  1. Hendra Syahputra (Camat Medan Barat) – positif narkoba & kasus WRS.

  2. Andry Febriansyah (Camat Medan Johor) – positif narkoba.

  3. Heru Satria Surbakti (Lurah Gaharu) – positif narkoba.

  4. Elkon Erwin Limbong (Lurah Petisah Hulu) – positif narkoba.

Penonaktifan ini dilakukan setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut mengonfirmasi hasil tes urine dadakan yang menunjukkan keempat pejabat tersebut mengonsumsi narkoba.

Proses Hukum dan Sanksi Berat Menanti

Subhan menjelaskan, Keputusan Surat (SK) penonaktifan untuk kedua lurah telah ditandatangani oleh camat sebagai atasan langsung. Sementara itu, Camat Medan Johor diaktifkan langsung oleh Wali Kota.

“Kami sedang menunggu Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat. Jika terbukti bersalah, akan dibentuk tim Ad Hoc untuk menjatuhkan hukuman disiplin berat,” tegas Subhan.

Arahannya Jelas: Pemecatan!

Wali Kota Medan telah memberikan sinyal kuat bahwa keempat pejabat tersebut kemungkinan besar akan dicopot permanen dari jabatannya. “Tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba. Ini pelanggaran berat,” tegas Bobby Nasution dalam pernyataan sebelumnya.

Dengan adanya kasus ini, Pemkot Medan ingin memberikan pesan tegas: tidak ada ruang bagi oknum pejabat yang menyebarkan hukum, apalagi sampai terlibat narkoba.

Apa Langkah Selanjutnya?

  • Proses hukum oleh BNN dan Inspektorat.

  • Pembentukan tim Ad Hoc untuk sanksi disiplin.

  • Pengisian jabatan definitif jika terbukti bersalah.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *