Info Sintang – Keragaman kuliner lokal kembali menjadi sorotan. Festival Kuliner yang digelar di Kabupaten Sintang berlangsung meriah dengan menghadirkan beragam makanan tradisional khas daerah, mulai dari jajanan, makanan pokok, hingga sajian khas yang mulai jarang ditemui.
Acara yang berlangsung selama beberapa hari ini tak hanya menjadi ajang promosi kuliner, tetapi juga ruang edukasi budaya bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Puluhan Stand Sajikan Makanan Autentik Sintang
Lebih dari puluhan pelaku UMKM kuliner memamerkan sajian khas seperti jantung pisang, tempuyak, pais ikan, lemang, baguong, kapurung, hingga aneka olahan umbut. Cita rasa autentik ini menjadi daya tarik utama bagi warga yang datang berkunjung.
Tak hanya warga lokal, pengunjung dari kecamatan-kecamatan sekitar juga terlihat antusias, memadati area festival sejak pagi hingga malam hari.
Upaya Pertahankan Warisan Kuliner
Penyelenggara menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian kuliner khas yang selama ini menjadi identitas budaya masyarakat Sintang.
“Makanan tradisional tidak hanya soal rasa, tetapi juga warisan yang harus dijaga. Festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenal dan mencintai kuliner lokal,” ujar salah satu panitia penyelenggara.
Pemerintah daerah pun mengapresiasi acara ini karena sejalan dengan upaya pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat.
/9vw6aa0x31mpghx.jpeg)
Baca juga: Warga Sintang Antusias Sambut GPM Jelang Nataru
UMKM Kuliner Rasakan Dampak Ekonomi
Pelaku UMKM mengaku merasakan peningkatan penjualan selama kegiatan berlangsung. Selain menambah pendapatan, mereka juga berkesempatan memperluas jaringan pemasaran serta memperkenalkan produk ke generasi muda yang sebelumnya kurang familiar dengan makanan tradisional.
Beberapa stand bahkan terlihat kehabisan stok lebih cepat dari perkiraan karena tingginya permintaan pengunjung.
Lomba Memasak dan Edukasi Gizi Warnai Festival
Selain bazar makanan, festival juga diramaikan dengan lomba memasak makanan khas, demo masak oleh chef lokal, serta sesi edukasi tentang kandungan gizi bahan makanan tradisional.
Acara ini mendapat sambutan positif dari sekolah-sekolah yang mengajak siswa untuk berpartisipasi, sebagai upaya memperkenalkan kuliner lokal sejak dini.
Promosi Pariwisata Melalui Kuliner
Pemerintah Kabupaten Sintang menilai festival kuliner ini memiliki nilai strategis untuk meningkatkan pariwisata daerah. Kuliner menjadi salah satu magnet utama bagi wisatawan, sehingga kegiatan seperti ini berpotensi meningkatkan kunjungan ke Sintang.
Dengan semakin dikenalnya makanan tradisional, pemerintah berharap destinasi wisata berbasis budaya semakin berkembang.
Festival Ditutup dengan Penampilan Seni Budaya
Menjelang penutupan, sejumlah komunitas seni menampilkan tarian dan musik tradisional sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Sintang. Suasana meriah dan hangat membuat festival ini dinilai sukses dan layak menjadi agenda rutin setiap tahun.
















