Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkab Sintang Perkuat Sinergisitas

cek disini

Info Sintang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang terus memperkuat langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayahnya. Melalui kolaborasi lintas sektor dan pelibatan aktif masyarakat, Pemkab Sintang menegaskan komitmennya untuk menjamin ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menindaklanjuti arahan pemerintah pusat mengenai pentingnya menjaga stabilitas pangan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, fluktuasi harga bahan pokok, hingga ancaman krisis pangan dunia.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu instansi, melainkan membutuhkan sinergisitas lintas sektor, mulai dari bidang pertanian, perikanan, peternakan, hingga perdagangan dan perindustrian.

“Ketahanan pangan adalah urusan bersama. Kita perlu memperkuat kerja sama antar perangkat daerah, lembaga pertanian, pelaku usaha, hingga masyarakat agar sistem pangan kita tangguh menghadapi berbagai situasi,” ujar Kartiyus dalam kegiatan koordinasi ketahanan pangan daerah, Kamis (tanggal disesuaikan).

Ia menambahkan, Pemkab Sintang juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, terutama dalam program penguatan produksi pangan lokal dan optimalisasi lahan pertanian.

Dorong Produksi Pangan Lokal dan Pertanian Berkelanjutan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Sintang, Agustinus, menyebutkan bahwa salah satu fokus utama pemerintah daerah tahun ini adalah peningkatan produksi pangan lokal, terutama beras, jagung, dan hortikultura.

“Kita dorong petani agar lebih mandiri melalui pendampingan intensif dan penerapan teknologi pertanian modern. Kami juga memfasilitasi akses pupuk, benih unggul, serta sarana pascapanen agar hasil produksi meningkat,” jelasnya.

Program pertanian berkelanjutan juga mulai diterapkan di beberapa kecamatan, dengan mengedepankan sistem pertanian ramah lingkungan dan diversifikasi komoditas untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis tanaman.

“Tujuannya agar masyarakat tidak hanya bergantung pada padi, tetapi juga mengembangkan sumber pangan alternatif seperti ubi, pisang, dan sayur lokal yang bernilai ekonomi,” tambah Agustinus.

Pemkab Sintang
Pemkab Sintang

Baca juga: Pemkab Sintang Apresiasi Kegiatan Kesehatan Pelajar

Optimalisasi Lahan dan Dukungan Infrastruktur

Untuk memperkuat ketahanan pangan, Pemkab Sintang juga berfokus pada optimalisasi lahan pertanian dan pembangunan infrastruktur pendukung, seperti irigasi, jalan tani, dan gudang penyimpanan hasil panen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sintang, Yulianus, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jaringan irigasi di beberapa desa penghasil pangan utama.

“Infrastruktur yang baik akan memudahkan distribusi hasil pertanian dan menjaga pasokan tetap stabil, terutama saat musim hujan atau kemarau panjang,” katanya.

Selain itu, Pemkab juga bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memperkuat rantai pasok pangan dari tingkat desa hingga pasar kabupaten.

Libatkan Masyarakat dalam Program Ketahanan Pangan

Kesadaran masyarakat menjadi aspek penting dalam membangun ketahanan pangan daerah. Untuk itu, Pemkab Sintang aktif menggerakkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Gerakan Menanam di Rumah (GemaR), yang melibatkan kelompok wanita tani dan masyarakat umum.

Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga.

“Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari solusi, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Dengan menanam di pekarangan sendiri, mereka turut menjaga ketersediaan pangan di lingkungan masing-masing,” ujar Kartiyus.

Sinergi dengan Dunia Usaha dan Akademisi

Pemkab Sintang juga menggandeng dunia usaha dan akademisi dalam memperkuat sistem pangan daerah. Sejumlah kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset pertanian telah dilakukan untuk mengembangkan inovasi teknologi dan pelatihan bagi petani muda.

“Kolaborasi dengan sektor swasta penting agar ada nilai tambah bagi produk lokal. Kita ingin petani tidak hanya memproduksi, tapi juga mampu mengolah dan memasarkan hasil panen secara mandiri,” ujar Agustinus.

Selain itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan pusat inovasi pangan daerah, yang diharapkan menjadi wadah pengembangan teknologi, penelitian, dan pelatihan bagi generasi muda di sektor pertanian.

Harapan ke Depan

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkab Sintang optimistis mampu menjaga stabilitas pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani. Sinergi antar pihak diharapkan dapat menciptakan ekosistem pangan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin hanya bicara soal ketersediaan pangan, tapi juga memastikan keberlanjutan dan pemerataan manfaatnya bagi seluruh masyarakat Sintang,” pungkas Kartiyus.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *