Info Sintang – Kabar gembira datang bagi masyarakat Desa Kajang Baru, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. Desa ini resmi menerima bantuan program pengembangan desa binaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong kemajuan sektor pendidikan, literasi, serta peningkatan kapasitas masyarakat di desa tersebut.
Dukungan Pemerintah Pusat untuk Desa Berkembang
Program bantuan dari Kemendikbudristek ini merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Desa Binaan (PKDB) yang menargetkan wilayah pedesaan dengan potensi sumber daya manusia dan kearifan lokal tinggi. Desa Kajang Baru dipilih karena dinilai memiliki semangat kolaboratif antara masyarakat, aparat desa, dan lembaga pendidikan.
Kepala Desa Kajang Baru, Marliani, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat. “Kami sangat berterima kasih kepada Kemendikbudristek atas bantuan dan kepercayaan ini. Bantuan ini bukan hanya untuk membangun sarana, tapi juga untuk membangun semangat masyarakat agar lebih peduli pada pendidikan dan kemajuan desa,” ujarnya, Kamis (16/10).
Fokus pada Pendidikan dan Literasi Masyarakat
Melalui bantuan tersebut, Kemendikbudristek akan menyalurkan sejumlah fasilitas pendukung, seperti peralatan literasi digital, pelatihan peningkatan kapasitas bagi guru dan perangkat desa, serta pembentukan pusat belajar masyarakat (PBM) yang akan difungsikan sebagai wadah belajar sepanjang hayat bagi warga desa.
Menurut Marliani, keberadaan PBM ini nantinya akan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengakses pengetahuan baru, pelatihan keterampilan, dan pembelajaran nonformal. “Kami ingin masyarakat Kajang Baru tidak hanya mengandalkan sekolah formal, tapi juga aktif belajar hal-hal baru seperti digitalisasi, pengolahan hasil pertanian, dan kewirausahaan,” tambahnya.

Baca juga: Kemendikti Beri Bantuan Teknologi Tepat Guna Ke Sintang
Sinergi dengan Perguruan Tinggi
Dalam pelaksanaan program ini, Kemendikbudristek menggandeng sejumlah perguruan tinggi, termasuk Politeknik Negeri Pontianak dan Universitas Tanjungpura, untuk mendampingi masyarakat Kajang Baru. Tim dari perguruan tinggi tersebut akan melakukan pendampingan teknis, pelatihan manajemen usaha desa, serta pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis pendidikan dan teknologi.
Salah satu dosen pendamping, Dr. Yuliana, menyebut Desa Kajang Baru memiliki potensi besar di sektor pertanian dan ekonomi kreatif. “Kami melihat banyak peluang di sini, terutama dalam pengolahan hasil pertanian yang bisa dikembangkan menjadi produk unggulan desa. Melalui pendampingan ini, kami ingin masyarakat menjadi lebih mandiri dan inovatif,” jelasnya.
Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Pemuda Desa
Program bantuan ini juga menyasar pemberdayaan perempuan dan generasi muda agar turut berperan aktif dalam pembangunan desa. Kemendikbudristek mendorong agar kelompok pemuda dan ibu rumah tangga dapat mengikuti pelatihan keterampilan seperti pembuatan produk lokal, digital marketing, serta pengelolaan keuangan rumah tangga.
“Pendidikan tidak hanya tentang sekolah. Ini tentang membuka wawasan agar masyarakat bisa berdaya dan mandiri. Kami ingin perempuan dan pemuda Kajang Baru menjadi motor perubahan,” kata Marliani dengan semangat.
Harapan untuk Kemajuan Berkelanjutan
Dengan adanya bantuan ini, Pemerintah Desa Kajang Baru menargetkan terwujudnya desa mandiri berbasis pendidikan dan teknologi dalam beberapa tahun ke depan. Mereka juga berkomitmen menjaga keberlanjutan program dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Kami akan membentuk tim khusus yang mengawasi dan mengelola semua fasilitas bantuan ini agar pemanfaatannya tepat sasaran,” jelas Kepala Desa.
Bantuan dari Kemendikbudristek ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Desa Kajang Baru untuk tumbuh menjadi desa percontohan di Kabupaten Sintang dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
















