Info Sintang – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung perdamaian dunia dengan menyatakan kesiapan mengirim 20 ribu personel TNI untuk membantu misi kemanusiaan dan menjaga stabilitas di Gaza. Langkah ini disebut sebagai salah satu bentuk nyata solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina yang hingga kini masih mengalami penderitaan akibat konflik berkepanjangan.
Komitmen Indonesia untuk Palestina
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia sejak lama konsisten mendukung perjuangan bangsa Palestina. Kesiapan mengirim puluhan ribu tentara ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak tinggal diam melihat krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
“Indonesia selalu berada di garis depan untuk mendukung Palestina. Kami siap mengirim 20 ribu prajurit terbaik untuk misi perdamaian, tentunya dengan mandat resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ujar Presiden di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
Menunggu Mandat PBB
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pengerahan pasukan akan dilakukan sesuai mekanisme internasional. Indonesia menghormati aturan hukum internasional dan menunggu mandat resmi dari Dewan Keamanan PBB sebelum mengirim pasukan.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, diplomasi Indonesia di PBB terus diperkuat untuk memastikan kehadiran pasukan Indonesia nantinya benar-benar mendapat legitimasi internasional. “Kami mendorong PBB segera mengambil langkah konkret untuk menghadirkan pasukan perdamaian di Gaza. Indonesia siap menjadi bagian penting dalam misi tersebut,” tegas Retno.

Baca juga: Karantina PLBN Badau Wujudkan Bebas Rabies di Perbatasan
TNI Siap dengan Personel dan Logistik
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan kesiapan personel, logistik, hingga peralatan tempur untuk mendukung misi perdamaian. Menurutnya, pasukan yang akan dikirim berasal dari berbagai matra: darat, laut, dan udara, dengan keahlian khusus di bidang operasi perdamaian dan bantuan kemanusiaan.
“Kami sudah siapkan 20 ribu prajurit dengan berbagai kemampuan, mulai dari pasukan medis, insinyur, hingga pasukan pengaman. Semua ini untuk memastikan misi berjalan sesuai standar internasional,” jelas Panglima TNI.
Dukungan Publik dan Internasional
Rencana pemerintah ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat Indonesia. Sejumlah organisasi masyarakat sipil dan lembaga kemanusiaan menilai bahwa langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut serta dalam ketertiban dunia.
Tak hanya itu, beberapa negara sahabat juga menyatakan dukungannya terhadap peran aktif Indonesia di Gaza. Indonesia dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam berbagai misi perdamaian PBB di Kongo, Lebanon, dan Sudan.
Fokus pada Kemanusiaan
Meski menyiapkan pasukan dalam jumlah besar, pemerintah menegaskan bahwa misi utama bukanlah operasi militer ofensif, melainkan operasi perdamaian dan kemanusiaan. Pasukan Indonesia nantinya akan bertugas menjaga zona aman, menyalurkan bantuan logistik, membangun infrastruktur darurat, serta melindungi warga sipil dari kekerasan.
“Indonesia tidak datang untuk berperang, melainkan menghadirkan kedamaian dan memberikan perlindungan bagi rakyat Palestina yang selama ini menjadi korban,” kata Presiden Prabowo.
Harapan bagi Perdamaian Gaza
Langkah besar Indonesia ini diharapkan menjadi momentum baru dalam upaya internasional menghentikan krisis di Gaza. Kehadiran pasukan perdamaian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membuka jalan bagi terciptanya solusi politik yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.
Kesiapan Indonesia mengirim 20 ribu tentara ke Gaza menegaskan posisi Indonesia sebagai bangsa yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Kini, seluruh mata tertuju pada PBB untuk segera memberi mandat resmi, agar pasukan perdamaian benar-benar bisa segera hadir di tanah Gaza yang terus bergejolak.
















