Info Sintang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tampil sebagai salah satu pembicara awal dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-79 di New York, Amerika Serikat. Dalam agenda yang dihadiri ratusan pemimpin dunia tersebut, Prabowo mendapat kesempatan berbicara pada urutan ketiga setelah Presiden Amerika Serikat dan Sekretaris Jenderal PBB.
Momen Penting di Forum Dunia
Pidato Presiden Prabowo menjadi sorotan karena ini adalah kali pertama ia hadir di forum tertinggi PBB sejak dilantik sebagai Presiden. Dengan mengenakan setelan jas hitam dan dasi merah, Prabowo tampak percaya diri menyampaikan pandangan Indonesia terkait isu global, mulai dari perdamaian dunia, ketahanan pangan, hingga transisi energi.
“Indonesia akan terus berdiri di garis depan memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan kerja sama internasional. Dunia hanya bisa maju jika kita mengedepankan solidaritas dan saling menghormati,” tegas Prabowo dalam pidatonya.
Fokus pada Perdamaian Palestina dan Konflik Global
Salah satu poin utama yang ditekankan Presiden adalah dukungan penuh Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Ia kembali menegaskan bahwa penyelesaian konflik di Timur Tengah hanya bisa dicapai melalui solusi dua negara.
“Selama Palestina belum merdeka, maka dunia tidak akan benar-benar damai,” ujarnya yang mendapat tepuk tangan dari para delegasi.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung konflik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan, termasuk krisis kemanusiaan di Afrika dan perang di Eropa Timur. Menurutnya, semua pihak harus menahan diri dan mengedepankan diplomasi.

Baca juga: Mensos Cek Langsung Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Bekasi
Soroti Ketahanan Pangan dan Energi
Dalam pidatonya, Prabowo turut mengingatkan pentingnya kerja sama global dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan energi. Indonesia, kata dia, siap berperan sebagai lumbung pangan dunia dengan mengoptimalkan sumber daya alam dan kerja sama teknologi.
“Kita harus memastikan tidak ada negara yang kelaparan atau kekurangan energi. Inilah tugas kita bersama sebagai komunitas global,” ucapnya.
Apresiasi dan Respons Dunia
Pidato Prabowo yang padat dan tegas mendapat perhatian luas dari para delegasi. Sejumlah pemimpin negara tetangga ASEAN bahkan memberikan apresiasi secara langsung usai sesi pidato. Mereka menilai Indonesia tampil sebagai suara penting dari Asia Tenggara yang mampu menjembatani kepentingan negara maju dan berkembang.
“Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo terlihat siap mengambil peran lebih besar di panggung internasional,” kata salah satu diplomat ASEAN di sela-sela sidang.
Harapan untuk Indonesia di PBB
Dengan posisinya sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan anggota G20, Indonesia diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dalam meredam konflik global. Kehadiran Prabowo di urutan ketiga pidato juga menunjukkan pengakuan internasional atas peran strategis Indonesia.
“Kesempatan ini adalah amanah besar. Kita ingin Indonesia benar-benar menjadi jembatan perdamaian dunia,” pungkas Prabowo.
















