Info Sintang — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, antusiasme masyarakat Sintang terlihat meningkat dengan digelarnya Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa titik strategis wilayah tersebut. Program yang diinisiasi pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok ini disambut hangat warga yang sejak pagi sudah memadati lokasi pelaksanaan.
Harga Stabil, Akses Mudah
Dalam kegiatan GPM, berbagai bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan aneka komoditas lainnya dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Banyak warga mengaku terbantu, terlebih jelang Nataru ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.
“Alhamdulillah harga di sini lebih murah. Sangat membantu kami untuk persiapan Natal nanti,” ujar Maria, salah satu warga yang ikut memanfaatkan program tersebut.

Baca juga: Guru PAI Sintang Ikuti Seminar Advokasi GPAI
Pemkab Sintang Pastikan Stok Aman
Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan mitra lintas sektor memastikan bahwa stok pangan untuk GPM tercukupi dan distribusi berjalan lancar. Kepala Dinas Ketahanan Pangan menegaskan bahwa GPM merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun.
“Kami pastikan stok tersedia dan harga tetap terkendali. GPM akan terus kami gelar di beberapa lokasi hingga akhir Desember,” ujarnya.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Selain menjaga stabilitas harga, GPM juga dinilai mampu meredam keresahan masyarakat terkait lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun. Kehadiran program ini membuat warga dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus terbebani kenaikan harga.
Rencana Lokasi Selanjutnya
Pemkab Sintang bersama Bulog dan pelaku usaha terkait akan menjadwalkan GPM lanjutan di kecamatan-kecamatan lain agar masyarakat lebih mudah mengakses pangan murah. Informasi mengenai jadwal dan titik pelaksanaan akan diumumkan secara bertahap.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap GPM dapat menjadi solusi nyata sekaligus bentuk kehadiran negara dalam menjaga stabilitas pangan menjelang momen penting Nataru.
















