Sintang – Wakil Bupati Sintang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan tahun 2026. Hal ini sejalan dengan agenda nasional dalam menjaga ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Fokus pada Kemandirian Daerah
Dalam keterangannya, Wabup Sintang menekankan pentingnya upaya serius pemerintah daerah untuk membangun kemandirian pangan. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan produksi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang menjadi kekuatan utama Kabupaten Sintang.
“Kita tidak boleh hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah. Sintang punya potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, tinggal bagaimana kita kelola dengan baik agar kebutuhan pangan masyarakat tercukupi,” ujarnya.
Program Strategis 2026
Pemerintah Kabupaten Sintang menyiapkan beberapa program strategis pada tahun 2026. Di antaranya adalah:
-
Optimalisasi lahan pertanian produktif dengan pola tanam bergilir.
-
Pemberdayaan petani dan kelompok tani melalui pelatihan teknologi pertanian modern.
-
Peningkatan infrastruktur pendukung, seperti irigasi dan jalan tani.
-
Penguatan cadangan pangan lokal dengan membangun gudang penyimpanan hasil panen.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperluas kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset guna mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal Sintang.
Sinergi dengan Pemerintah Pusat
Wabup Sintang menegaskan, keberhasilan program ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari sinergi dengan pemerintah pusat. Dukungan regulasi, anggaran, serta distribusi bantuan bibit dan pupuk akan sangat menentukan.

Baca juga: Peserta Madrasah di Sintang Ikuti Seleksi OMI
“Kami berharap pemerintah pusat tetap memberikan perhatian besar kepada daerah-daerah perbatasan seperti Sintang. Pangan adalah kebutuhan dasar, dan keberhasilan kita menjaga ketahanan pangan akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pangan Lokal Jadi Andalan
Salah satu langkah yang juga mendapat perhatian adalah pengembangan pangan lokal. Singkong, jagung, sagu, hingga berbagai hasil perkebunan di Sintang akan terus dipromosikan sebagai sumber pangan alternatif.
“Pangan lokal adalah identitas sekaligus kekuatan. Jika kita bisa mengolah dan memasarkan dengan baik, tidak hanya ketahanan pangan tercapai, tetapi juga ekonomi masyarakat meningkat,” jelas Wabup.
Harapan Petani Sintang
Sejumlah petani menyambut baik rencana pemerintah daerah ini. Mereka berharap program 2026 benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar para petani, mulai dari akses modal, pupuk, hingga pasar.
“Selama ini kendala kami ada di biaya produksi dan sulitnya menjual hasil panen dengan harga yang wajar. Kalau pemerintah bisa membantu membuka akses pasar, tentu semangat kami bertani semakin tinggi,” ungkap Sutrisno, seorang petani padi di Sintang.
Menuju Sintang Mandiri Pangan
Dengan strategi yang disiapkan, Pemkab Sintang optimistis target memperkuat ketahanan pangan di tahun 2026 bisa tercapai. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap keluarga memiliki akses yang cukup terhadap pangan bergizi, sehingga tercipta masyarakat sehat, produktif, dan sejahtera.
“Ketahanan pangan bukan sekadar ketersediaan beras atau jagung, tapi bagaimana masyarakat bisa hidup layak dan sehat. Itu yang akan terus kita perjuangkan,” tutup Wabup Sintang.
















