Info Sintang — Wakil Bupati Sintang menyatakan optimisme bahwa Kabupaten Sintang mampu mencapai swasembada pangan dalam beberapa tahun ke depan. Keyakinan tersebut disampaikan menyusul berbagai program penguatan sektor pertanian yang saat ini tengah digenjot pemerintah daerah, mulai dari peningkatan produktivitas, penyediaan sarana prasarana, hingga pendampingan bagi petani.
Dorong Produksi Pertanian Lebih Maksimal
Wakil Bupati menegaskan bahwa Sintang memiliki potensi lahan yang luas serta sumber daya manusia yang mumpuni di sektor pertanian. Menurutnya, jika seluruh potensi dapat dikelola secara optimal dengan dukungan teknologi dan kebijakan yang tepat, maka target swasembada bukan sekadar wacana.
“Kita punya peluang besar. Lahan ada, petani kita tangguh, dan pemerintah terus berupaya menyediakan dukungan. Saya yakin Sintang bisa mencapai swasembada pangan,” ujarnya.
Program Unggulan: Pengembangan Padi dan Hortikultura
Sejumlah program telah berjalan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Selain intensifikasi padi, pemerintah juga memperluas diversifikasi tanaman hortikultura seperti cabai, bawang, dan sayuran bernilai ekonomi tinggi.
Dinas Pertanian Sintang melaporkan bahwa produktivitas padi terus menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir, seiring perbaikan irigasi serta penggunaan benih unggul.

Baca juga: Sintang Gencarkan Program Desa dan Kelurahan Siaga TBC
Kolaborasi Petani, Penyuluh, dan Pemerintah
Dalam mendukung target swasembada, pemerintah daerah menekankan pentingnya kerja sama antara petani, penyuluh pertanian, dan perangkat desa. Pendampingan aktif oleh para penyuluh dinilai mampu membantu petani menerapkan teknik budidaya modern, mengatasi gangguan hama, dan meningkatkan efisiensi produksi.
Selain itu, akses pembiayaan bagi petani terus diperluas melalui berbagai program kredit usaha, sehingga mereka dapat meningkatkan skala usaha tanpa terbebani biaya tinggi.
Infrastruktur Pertanian Terus Ditingkatkan
Wakil Bupati menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian menjadi fokus penting, termasuk perbaikan jalan tani, pembangunan embung desa, serta penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan). Infrastruktur tersebut diperlukan agar proses produksi hingga distribusi hasil panen berjalan lancar dan efisien.
“Kalau infrastruktur baik, biaya produksi turun, hasil panen bisa lebih cepat dipasarkan, dan ini akan meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.
Hadapi Tantangan Cuaca dan Gangguan Hama
Meski demikian, sejumlah tantangan tetap menjadi perhatian, seperti perubahan cuaca ekstrem dan serangan organisme pengganggu tanaman. Pemerintah daerah memastikan akan memperkuat sistem peringatan dini dan menyediakan sarana penanganan cepat jika terjadi ancaman yang berpotensi mengganggu hasil panen.
Harapan Menuju Daerah Mandiri Pangan
Dengan berbagai upaya dan kolaborasi yang terus dibangun, Wakil Bupati Sintang berharap daerahnya segera menjadi wilayah yang mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri bahkan berpotensi menjadi pemasok bagi kabupaten lain.
“Swasembada pangan bukan sekadar tujuan pemerintah, tetapi kebutuhan strategis untuk masa depan masyarakat Sintang,” tegasnya.
















