Info Sintang – Sejumlah sekolah di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara dialihkan ke rumah masing-masing siswa demi menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik.
Banjir yang merendam akses jalan dan area sekolah membuat aktivitas pembelajaran tatap muka tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
Sekolah Terendam dan Akses Terputus
Banjir menyebabkan genangan air masuk ke lingkungan sekolah, termasuk ruang kelas, halaman, dan fasilitas penunjang lainnya. Selain itu, sejumlah akses jalan menuju sekolah juga terputus sehingga menyulitkan siswa dan guru untuk datang ke sekolah.
Pihak sekolah menilai kondisi tersebut berisiko jika KBM tetap dipaksakan berlangsung secara tatap muka.
Pembelajaran Dialihkan Sementara
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan setempat memutuskan untuk mengalihkan pembelajaran secara sementara dari rumah. Guru-guru tetap memberikan materi dan tugas kepada siswa dengan menyesuaikan kondisi dan keterbatasan yang ada.
Metode pembelajaran dilakukan secara daring maupun luring terbatas, tergantung pada fasilitas yang dimiliki siswa.

Baca juga: Kasus Narkoba Meningkat, Polres Sintang Lakukan Pencegahan
Prioritaskan Keselamatan Siswa
Keputusan belajar dari rumah diambil dengan mempertimbangkan keselamatan siswa sebagai prioritas utama. Pihak sekolah menegaskan bahwa kesehatan dan keamanan peserta didik lebih penting daripada memaksakan kehadiran di sekolah dalam kondisi banjir.
Orang tua siswa juga diimbau untuk mendampingi anak-anak selama proses belajar di rumah.
Tantangan Pembelajaran di Tengah Bencana
Meski pembelajaran dialihkan, pihak sekolah mengakui adanya sejumlah tantangan, seperti keterbatasan jaringan internet, perangkat belajar, serta kondisi rumah yang ikut terdampak banjir.
Guru berupaya menyesuaikan materi agar tetap dapat dipahami siswa, meskipun dengan keterbatasan sarana dan waktu belajar.
Harapan Banjir Segera Surut
Pihak sekolah dan orang tua siswa berharap banjir di wilayah Sepauk segera surut agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal. Pemerintah daerah juga diharapkan memberikan dukungan, baik berupa bantuan logistik maupun perbaikan fasilitas sekolah yang terdampak.
Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi banjir.
Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah melalui instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan dampak banjir di wilayah Sepauk. Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan pascabanjir, termasuk untuk sektor pendidikan.
Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir terhadap proses pendidikan siswa.
Penutup
Banjir yang melanda Kecamatan Sepauk berdampak langsung pada aktivitas pendidikan. Dengan dialihkannya pembelajaran ke rumah, pihak sekolah berupaya memastikan proses belajar tetap berjalan meski dalam kondisi darurat. Semua pihak berharap banjir segera surut agar siswa dapat kembali belajar secara normal di sekolah.
















