Sintang- Sabar dan Reza Pilih Jalur Profesional Keputusan Berani di Balik Kesetiaan pada Sponsor Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, baru saja mencuri perhatian setelah melaju ke final Indonesia Open 2025. Namun, di balik kesuksesan mereka, tersimpan keputusan besar: menolak tawaran kembali ke Pelatnas PBSI demi tetap setia pada sponsor yang telah mendukung mereka di masa sulit.
Tawaran Menggiurkan dari Pelatnas vs Loyalitas pada Sponsor
Di akhir tahun 2024, PBSI melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) sempat mengajak Sabar/Reza kembali bergabung dengan tim nasional. Namun, setelah diskusi matang, mereka memilih tetap berada di jalur profesional.
“Bukannya kami tidak mau bergabung dengan tim nasional, tapi sponsor kami sudah mendukung sejak kami berjanji. Kami sangat menghargai itu,” tegas Sabar dalam konferensi pers.
Keputusan ini menunjukkan integritas dan rasa terima kasih yang dalam kepada pihak sponsor yang telah menjadi tulang punggung operator mereka. Meski begitu, keduanya tetap terbuka untuk berkolaborasi dengan Pelatnas, khususnya sebagai sparring partner.

Baca Juga: Dua Camat Medan yang Dicopot Wali Kota Medan karena Terlibat Narkoba
Tantangan sebagai Atlet Profesional membantu Mencari Lawan Latihan
Salah satu tantangan terbesar atlet profesional adalah tersedianya sparring partner setingkat. Sabar/Reza kerap berlatih di GOR Gideon Badminton Hall, dengan sesi latihan bersama Marcus Gideon. Namun, ketika Marcus tidak ada, mereka hanya bisa berlatih dengan atlet junior, yang levelnya jauh berbeda dengan tekanan pertandingan dunia.
“Pola main dan tekanannya beda jauh. Ini yang paling susah,” ungkap Reza.
Mendalami kerja sama dengan Pelatnas bisa menjadi solusi. Sebagai sparring partner, mereka bisa berlatih dengan pemain top nasional, sambil tetap mempertahankan status profesional.
Transformasi di Bimbingan Hendra Setiawan
Sejak dibimbing legenda bulu tangkis Hendra Setiawan, performa Sabar/Reza melesat. Buktinya, mereka mampu mengalahkan Man Wei Chong/Kai Wun Tee (Malaysia) di semifinal Indonesia Open 2025—setahun sebelumnya, mereka takluk di tangan pasangan yang sama.
Meski akhirnya kalah dari Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) di final, pencapaian ini membuktikan bahwa jalur profesional bukanlah penghalang untuk sukses.
Masa Depan Sabar/RezaTetap Profesional dengan Kolaborasi Terbuka
Keputusan Sabar/Reza untuk tetap berada di jalur profesional adalah contoh nyata kesetiaan dan profesionalisme. Namun, mereka tetap membuka pintu bagi sinergi dengan PBSI, baik sebagai sparring partner maupun bentuk dukungan lainnya.
“Kalau ada kesempatan latihan di Pelatnas, kenapa tidak? Tapi kami juga harus mempertimbangkan komitmen kami dengan sponsor,” kata Reza.
Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan dari berbagai pihak, Sabar/Reza siap membuktikan bahwa atlet profesional juga bisa bersaing di level dunia!
















