Info Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan pelajar. Tahun ini, Dinkes meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis yang menyasar 697 sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Sintang, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini masalah kesehatan di lingkungan sekolah, sekaligus mendorong perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan peserta didik.
Fokus pada Deteksi Dini dan Edukasi Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Heryanto, menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan ini meliputi pengecekan berat badan, tinggi badan, kesehatan gigi, mata, telinga, serta pemeriksaan anemia dan kebersihan diri.
“Program ini tidak hanya sekadar pemeriksaan fisik, tetapi juga edukasi kesehatan bagi siswa dan guru. Kami ingin memastikan anak-anak Sintang tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari penyakit yang dapat mengganggu proses belajar,” ujar Heryanto saat ditemui di sela kegiatan pemeriksaan di SDN 5 Sintang, Rabu (29/10/2025).
Menurutnya, pelaksanaan program dilakukan secara bergilir oleh petugas puskesmas yang tersebar di 14 kecamatan. Setiap puskesmas diberi target jumlah sekolah yang harus dijangkau sesuai wilayah kerja masing-masing.
Libatkan Tenaga Medis dan Guru UKS
Heryanto menambahkan bahwa kegiatan ini juga melibatkan guru UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) sebagai mitra dalam memantau kondisi kesehatan siswa di sekolah. Mereka akan dilatih melakukan pengamatan awal agar bisa segera melaporkan jika ada siswa yang menunjukkan gejala gangguan kesehatan.
“Setelah pemeriksaan, data kesehatan siswa akan dimasukkan dalam sistem monitoring kesehatan anak sekolah. Ini penting untuk pemetaan masalah gizi dan kesehatan remaja di Kabupaten Sintang,” jelasnya.
Program ini juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang agar pelaksanaannya tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Baca juga: Tim Pengerak PKK Sintang Adakan Rakerda
Wujud Kepedulian Pemerintah Daerah
Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kesehatan anak sekolah adalah investasi penting bagi masa depan daerah.
“Anak-anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi kuat dan berdaya saing. Pemerintah wajib hadir memastikan lingkungan sekolah tidak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga mendukung kesehatan dan kebersihan peserta didik,” ujar Jarot.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sintang, khususnya pada sektor pembangunan manusia.
Disambut Antusias oleh Sekolah dan Orang Tua
Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Kepala SDN 5 Sintang, Lilis Marlina, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam mendeteksi dini masalah kesehatan siswa.
“Kadang kami tidak tahu ada anak yang penglihatannya menurun atau punya keluhan kesehatan ringan. Dengan adanya pemeriksaan ini, kami bisa segera menindaklanjuti,” ujarnya.
Salah satu orang tua siswa, Yuniarti, juga mengaku senang anaknya mendapat pemeriksaan gratis. “Biasanya kalau periksa ke klinik mahal, tapi di sini semua gratis dan hasilnya bisa langsung diketahui,” katanya.
Target Berkelanjutan Hingga 2026
Dinkes Sintang menargetkan seluruh 697 sekolah dapat selesai diperiksa hingga pertengahan tahun 2026. Heryanto menyebut, ke depan program ini akan dikembangkan menjadi pemeriksaan kesehatan berkala dua kali setahun, termasuk pemeriksaan mental dan pola makan anak sekolah.
Dengan keberlanjutan program ini, Pemkab Sintang berharap tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga sehat secara fisik dan mental—menuju generasi Sintang yang unggul dan tangguh di masa depan.
















