Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

PGD XII Sintang Jadi Ajang Refleksi Masyarakat Adat di Tengah Modernisasi

PGD XII Sintang Jadi Ajang Refleksi Masyarakat Adat di Tengah Modernisasi

cek disini

PGD XII Sintang Resmi Ditutup: Perayaan Budaya Dayak yang Sarat Makna dan Semangat Kebersamaan

Info Sintang– Pekan Gawai Dayak (PGD) XII Kabupaten Sintang resmi ditutup di Betang Tampun Juah, Jerora Satu, Sintang. Acara yang berlangsung selama empat hari ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan dan hiburan, tetapi juga mempertegas komitmen masyarakat untuk melestarikan budaya Dayak sekaligus memperkuat persatuan. Penutupan PGD XII dihadiri oleh Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang Jeffray Edward, serta ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan rangkaian acara.

Sukses Tanpa Insiden, Bukti Masyarakat Dayak yang Bermartabat

Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menyampaikan apresiasi mendalam atas kelancaran penyelenggaraan PGD XII. “Selama empat hari, kegiatan berjalan aman dan damai tanpa satu pun keributan. Ini membuktikan bahwa masyarakat Dayak adalah masyarakat yang bermartabat, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan,” ujarnya.

Ronny menegaskan bahwa modal sosial seperti ini sangat penting bagi kemajuan Kabupaten Sintang ke depan. Ia juga berterima kasih kepada seluruh peserta, termasuk Dewan Adat Dayak (DAD) dari tingkat kecamatan hingga desa, yang telah bekerja keras memastikan acara berjalan sukses.

“Gawai bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana untuk memperkuat identitas, kebersamaan, dan rasa syukur atas berkat yang diberikan Tuhan,” kata Ronny. Ia juga memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil meraih juara, mendorong mereka untuk terus berlatih dan kembali berkompetisi di tahun depan.

PGD XII Sintang Jadi Ajang Refleksi Masyarakat Adat di Tengah Modernisasi
PGD XII Sintang Jadi Ajang Refleksi Masyarakat Adat di Tengah Modernisasi

Baca Juga: Krisantus Kurniawan Ingatkan Masyarakat Dayak ‘Jangan Biarkan Gawai Hanya Jadi Kenangan

PGD Sebagai Wadah Refleksi dan Perjuangan Masyarakat Adat

Sementara itu, Ketua DAD Sintang, Jeffray Edward, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PGD XII. “Antusiasme masyarakat menjadi bukti nyata dukungan terhadap pelestarian budaya Dayak. Kami juga berterima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh tamu undangan yang hadir memberikan dukungan,” ujarnya. “Kita masih memiliki peluang untuk memperjuangkan hutan adat, tetapi tantangannya semakin besar karena maraknya alih fungsi lahan. Kami membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah agar masyarakat adat dapat terus menjaga hubungan harmonis dengan alam,” tegasnya.

Penutupan PGD XII Sintang ditandai dengan pemukulan gong oleh mantan Kapolres Sintang, AKBP I Nyoman Budi Artawan, sebagai simbol berakhirnya seluruh rangkaian acara. Masyarakat yang hadir pun menyambut penutupan ini dengan sorak-sorai dan tarian tradisional, menciptakan suasana penuh kebahagiaan dan kebanggaan.

Komitmen Pemerintah dalam Pelestarian Budaya dan Pembangunan Sintang

Wakil Bupati Ronny kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pembangunan dan pelestarian budaya Dayak. “Kami akan terus berupaya membangun Sintang yang lebih maju, dengan tetap mempertahankan kearifan lokal dan kebudayaan sebagai identitas kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk terus terlibat aktif dalam melestarikan tradisi dan nilai-nilai luhur Dayak. “Budaya adalah warisan yang harus kita jaga bersama. Melalui PGD, kita tidak hanya merayakan, tetapi juga mewariskan nilai-nilai ini kepada anak cucu kita,” tambahnya.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *