Sintang- Kapal Bantuan Gaza Madleen Diserang Israel, Relawan Internasional Diculik, Kapal kemanusiaan Madleen yang mengangkut puluhan ton bantuan darurat untuk warga Gaza diserang dan dicegat secara paksa oleh pasukan Israel di perairan internasional. Seluruh relawan, termasuk sejumlah nama internasional seperti aktivis iklim Greta Thunberg dan anggota Parlemen Eropa Rima Hassan , dilaporkan diculik setelah komunikasi dengan kapal terputus secara mendadak.
Kapal Kemanusiaan Diserang, Bantuan Vital Disita
Kapal Madleen , yang berangkat dari Italia pada 1 Juni 2025, membawa pasokan darurat seperti:
-
Susu formula bayi
-
Beras, tepung, dan makanan pokok
-
Popok dan obat-obatan
-
Alat pemurni air
-
Prostetik dan kruk untuk anak-anak korban perang
Namun, sebelum sempat mencapai Gaza, kapal ini dikepung oleh angkatan laut Israel. Video yang beredar menunjukkan momen menegangkan ketika tentara bersenjata lengkap naik ke dek kapal sambil diperintahkan para lawan untuk menyerah.

Baca Juga : Dua Camat Medan yang Dicopot Wali Kota Medan karena Terlibat Narkoba
Francesca Albanese , Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, sempat berbicara langsung dengan nakhoda kapal sebelum koneksi terputus. “Saya mendengar suara tentara Israel di telepon. Nakhoda meminta saya merekam semuanya sebelum komunikasi hilang,” ujarnya.
Israel Klaim “Pelanggaran Zona Terlarang”, Aktivis Sebut Penculikan
Pemerintah Israel mengizinkan tindakan mereka dengan alasan kapal Madleen telah memasuki “zona blokade laut Gaza” yang mereka tetapkan secara sepihak. Namun, Koalisi Freedom Flotilla mengecam tindakan ini sebagai:
-
Pelanggaran hukum internasional (intervensi di perairan internasional)
-
Pembajakan dan penculikan terhadap relawan yang tidak bersenjata
-
Penghalangan bantuan kemanusiaan di tengah kelaparan massal di Gaza
“Ini bukan tentang keamanan Israel, tapi tentang mencegah dunia melihat penderitaan Gaza,” tulis Rima Hassan dalam pesan terakhirnya sebelum ditangkap.
Daftar Relawan yang Ditahan Warga Negara dari Berbagai Negara
Setidaknya 12 orang berada di atas kapal, termasuk:
-
Greta Thunberg (Aktivis Iklim, Swedia)
-
Rima Hassan (Anggota Parlemen Eropa, Prancis-Palestina)
-
Omar Faiad (Jurnalis Al-Jazeera, Prancis)
-
Yasemin Acar (Aktivis, Jerman)
-
Thiago Avila (Aktivis, Brasil)
-
Suayb Ordu (Aktivis, Turki)
Hingga berita ini diturunkan, nasib mereka belum jelas. Keluarga dan organisasi hak asasi manusia mendesak PBB dan pemerintah negara-negara terkait untuk segera turun tangan.
Blokade Gaza Krisis yang Disengaja?
Ini bukan kali pertama Israel menyerang kapal bantuan Gaza. Pada tahun 2010 , kapal Mavi Marmara diserang, melaju 10 relawan. Kini, dengan lebih dari 35.000 warga Gaza tewas sejak Oktober 2023 dan jutaan lainnya berada di ambang kelaparan, blokade Israel semakin ketat.
“Mereka tidak ingin dunia tahu bahwa anak-anak Gaza mati karena kekurangan susu dan obat-obatan,” kata seorang dokter di Rafah, menanggapi kejadian ini.
Apa yang Bisa Dunia Lakukan?
-
Desakan ke PBB untuk segera melakukan intervensi.
-
Tekanan diplomasi dari negara-negara asal relawan.
-
Kampanye global untuk membuka blokade Gaza.
“Ini bukan lagi konflik politik, tapi ujian kemanusiaan,” tulis Greta Thunberg dalam unggahan terakhirnya sebelum kapal diserang.
















