Info Sintang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang menggelar pelatihan hidroponik sebagai upaya mendorong literasi produktif dan peningkatan keterampilan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang tidak hanya berfokus pada membaca, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan warga.
Pelatihan tersebut diikuti oleh masyarakat umum, pegiat literasi, serta perwakilan pengelola perpustakaan desa dan kelurahan di Kabupaten Sintang.
Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat
Kepala Dinas Perpustakaan Sintang menyampaikan bahwa perpustakaan saat ini dituntut untuk bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat. Melalui pelatihan hidroponik, perpustakaan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan aplikatif bagi warga.
Menurutnya, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi keterampilan, literasi ekonomi, dan literasi lingkungan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelatihan Hidroponik yang Praktis dan Aplikatif
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dasar tentang sistem hidroponik, mulai dari pengenalan alat dan bahan, teknik penanaman, perawatan tanaman, hingga cara panen yang baik. Metode pelatihan dirancang secara praktis agar mudah dipahami dan diterapkan, bahkan bagi pemula.
Instruktur juga memberikan simulasi langsung sehingga peserta dapat melihat dan mempraktikkan proses budidaya tanaman hidroponik secara sederhana menggunakan media yang mudah ditemukan.

Baca juga: BKMT Sintang Gelar Pengajian Keliling Sambut Ramadan
Solusi Pertanian di Lahan Terbatas
Hidroponik dipilih karena dinilai sebagai solusi pertanian yang cocok diterapkan di wilayah dengan keterbatasan lahan. Selain hemat tempat, metode ini juga relatif mudah, bersih, dan memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan.
Peserta pelatihan diharapkan mampu memanfaatkan pekarangan rumah atau ruang sempit untuk menanam sayuran sehat yang dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual sebagai tambahan penghasilan.
Dukung Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Pelatihan hidroponik ini sejalan dengan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang digalakkan secara nasional. Melalui program tersebut, perpustakaan berperan sebagai fasilitator pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat.
Dinas Perpustakaan Sintang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai pelatihan dan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga kewirausahaan, teknologi, dan keterampilan lainnya.
Antusiasme Peserta Pelatihan
Para peserta mengaku antusias mengikuti pelatihan ini. Selain menambah pengetahuan baru, mereka juga mendapatkan keterampilan praktis yang dapat langsung dicoba di rumah. Beberapa peserta bahkan menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan hidroponik sebagai usaha kecil ke depan.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pengalaman antarwarga, sehingga memperkuat jejaring komunitas literasi di Kabupaten Sintang.
Harapan Berkelanjutan
Ke depan, Dinas Perpustakaan Sintang berharap pelatihan seperti ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Perpustakaan diharapkan semakin dikenal sebagai ruang belajar terbuka yang inovatif dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan kegiatan ini, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga menjadi motor penggerak kreativitas, kemandirian, dan kesejahteraan warga Sintang.
















