Info Sintang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sintang melakukan kegiatan surveilans penyakit campak di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus. Upaya ini sejalan dengan program nasional untuk memperkuat deteksi dini dan pengendalian penyakit menular yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia.
Antisipasi Lonjakan Kasus
Kepala Dinkes Sintang menjelaskan bahwa surveilans campak dilakukan secara rutin, terutama pada wilayah yang berpotensi menjadi titik rawan penyebaran penyakit. Hal ini dikarenakan campak termasuk penyakit menular yang cepat menyebar, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi rendah.
“Surveilans ini menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Dengan pemantauan ketat, kita bisa mendeteksi kasus sejak dini dan segera melakukan penanganan,” ujar pejabat Dinkes Sintang.
Fokus pada Anak-Anak
Sasaran utama surveilans adalah anak-anak, khususnya usia balita dan sekolah dasar, yang merupakan kelompok paling rentan terhadap penularan campak. Petugas kesehatan mendatangi sekolah, posyandu, dan fasilitas kesehatan untuk memantau gejala, mengidentifikasi kasus suspek, serta memastikan riwayat imunisasi anak.
Selain itu, Dinkes Sintang juga menekankan pentingnya cakupan imunisasi campak-rubella (MR) yang harus terus ditingkatkan agar tercapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Baca juga: Indonesia Siap Kirim 20 Ribu Tentara ke Gaza
Libatkan Tenaga Kesehatan dan Masyarakat
Dalam pelaksanaannya, surveilans tidak hanya dilakukan oleh tenaga medis, tetapi juga melibatkan kader kesehatan dan masyarakat. Mereka dilatih untuk mengenali tanda-tanda awal campak, seperti demam, batuk, pilek, mata merah, dan munculnya ruam merah di tubuh.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Jika ada warga yang mengalami gejala mirip campak, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa ditindaklanjuti,” kata salah satu petugas puskesmas di Sintang.
Edukasi dan Pencegahan
Selain pemantauan kasus, Dinkes Sintang juga gencar melakukan edukasi terkait pencegahan campak. Kampanye ini dilakukan melalui penyuluhan di sekolah, posyandu, hingga media lokal. Orang tua diimbau memastikan anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
“Pencegahan paling efektif adalah imunisasi. Jadi kami mengingatkan orang tua untuk tidak menunda atau melewatkan jadwal imunisasi anak-anaknya,” tegas pihak Dinkes.
Harapan ke Depan
Dengan dilakukannya surveilans secara intensif, diharapkan Kabupaten Sintang dapat menekan risiko munculnya kasus baru campak. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar, khususnya imunisasi, agar generasi muda terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
Upaya Dinkes Sintang ini menunjukkan bahwa deteksi dini dan pencegahan penyakit menular seperti campak membutuhkan kerja sama semua pihak—pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat—demi terciptanya lingkungan yang sehat dan bebas dari wabah.
















